caleg pks safrida rumondang

Safrida Rumondang Abdikan Diri pada Pendidikan

Safrida Rumondang –  Dunia pendidikan memang tak pernah lepas dari diri Safrida Rumondang. Setelah lulus perguruan tinggi, hampir seluruh perjalanan kariernya dihabiskan untuk menjadi tenaga pengajar. Sejak 20 tahun lalu, Safrida sudah mengajar di banyak perguruan tinggi negeri dan swasta, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, Universitas Bakrie, Universitas Pancasila, Universitas Nasional, Universitas Al Azhar, dan Podomoro University.

Lulus dari SMA Negeri 28 Jakarta, Safrida melanjutkan kuliah sarjana hingga doktoral di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Bidang akuntansi, perpajakan, manajemen keuangan, good corporate governance, dan anggaran dipilihnya.

Calon anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini telah banyak melahirkan generasi terpelajar melalui kiprahnya sebagai dosen. Kini, Safrida merasa juga berkewajiban memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Sumatra Utara pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Belum meratanya pendidikan di seluruh daerah di Sumatra Utara dan tingginya angka kejadian putus sekolah menjadi perhatian ibu empat anak ini.

Safrida menilai kondisi pendidikan di Sumatra Utara itu disebabkan maraknya korupsi oleh pejabat daerah. Buruknya moral pejabat daerah, baik eksekutif maupun legislatif, ini menjadi catatan tersendiri bagi caleg untuk daerah pemilihan Sumatra Utara 3 ini dalam berkontribusi mengatasi semua masalah di Sumatra Utara.

Komunitas Anak Cerdas Sumatra Utara merupakan gagasannya untuk daerah asal leluhur Safrida. Ada tiga “cerdas” yang dicita-citakannya, yakni cerdas berkarya dengan rasa cinta pada tanah kelahiran, cerdas bergerak untuk menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk Sumatra Utara, dan cerdas memilih langkah agar Sumatra Utara menjadi lebih baik.

Generasi Berkualitas
Safrida menginginkan generasi muda Indonesia menjadi generasi yang berkualitas, mempunyai daya saing tinggi dan mempunyai prestasi. Karena itu, dia bergabung dengan Salimah, organisasi yang bergerak dalam advokasi perempuan, anak, dan keluarga. Dia juga menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk Masyarakat Tolak Pornografi (MTP), yang turut melahirkan Undang-Undang Pornografi.
Baginya, generasi muda yang terpapar pornografi tidak akan memiliki masa depan. Kerusakan otak yang diakibatkan tontonan berbau pornografi sama dengan yang terjadi pada orang demensia alias pikun, juga sama dengan otak pencandu narkoba. Jika kerusakan itu sudah terjadi, tidak akan ada prestasi karena berpikir pun mereka tidak akan bisa. Akibat selanjutnya adalah akan muncul generasi muda tanpa masa depan.

Generasi berkualitas tentu akan bisa didapat jika mereka mendapat pendidikan yang cukup. Jika angka putus sekolah saja masih tinggi, bagaimana mungkin mengharapkan munculnya generasi berkualitas? Karena itu, Safrida menginginkan pemerintah daerah yang bertanggung jawab, terkelola dengan baik, transparan, dan adil bagi semua tingkatan. Dengan prinsip good corporate governance, dia meyakini, pemerintah akan terbebas dari korupsi.

Perempuan kelahiran 44 tahun lalu itu memiliki darah Tapanuli Utara dari orang tuanya. Sang ayah, H Syarifuddin Tambunan, berasal Balige, sementara ibunya, Nurhayati Manurung, berasal dari Pematangsiantar. Semasa hidupnya, ayahnya berprofesi sebagai pengacara. Dia juga merupakan tokoh Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI). Adapun ibunya adalah seorang guru SMA.
Sang kakek, Opung Sutan Natigor, merupakan tokoh Islam di Balige. Dialah yang menyebarkan agama Islam di Tanah Balige. Karena itu, dunia dakwah bukan hal yang asing baginya.

Generasi berkualitas yang dicita-citakannya tidak terbatas pada wacana. Keempat putra-putrinya sudah merasakan manfaatnya. Salah satu anaknya bahkan sudah menyelesaikan 30 juz hapalan Al Quran, prestasi yang amat membanggakan para orang tua.

Info detail tentang ibu Safrida Rumondang dapat dicek di www.SafridaRumondang.com 

(Visited 39 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *